Video Islami

BUKU POPULER

Judul                    : 

HARTA GONO-GINI:

Menggugat Bagian Anak Yang Terlupakan

Penulis                 : Dr. Drs. H. Karmin, M.H. & Prof. Dr. H. Muhammad Noor Harisudin, M.Fil.I

Berat                    : 350 gr

Halaman              : xvii+552

Ukuran                 :14,5 x 21 cm

Katagori Buku      : Lepas

Penerbitan           : Pena Salsabila 

Sinopsis

Buku ini merupakan lanjutan dari buku Harta Gono-Gini: Adilkah Dibagi Dua? yang mempersoalkan keadilan pembagian harta bersama di antara suami dan istri. Setelah buku pertama terbit, satu pertanyaan terus muncul dalam berbagai diskusi, yaitu bila harta dibagi dua, lalu anak mendapat apa? Pertanyaan itu kami telusuri melalui penelitian disertasi di Fakultas Hukum Universitas Jember, dan hasilnya kami tuangkan dalam buku ini dengan bahasa yang lebih ringan agar dapat dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Isi buku ini disusun dalam tujuh bagian dan tujuh belas bab. Bagian awal memetakan masalah dan akarnya dalam hukum perkawinan kita, lalu membangun landasan dari teori keadilan, hukum progresif, dan maqashid al-syari'ah. Bagian berikutnya belajar dari pengalaman berbagai negara, kemudian menawarkan model inklusif-filiasentris, yaitu menyisihkan bagian anak lebih dahulu sebelum harta bersama dibagi, lengkap dengan rumus, cara mengunci harta anak, dan lembaga yang menopangnya. Buku ini ditutup dengan panduan praktis bagi hakim, advokat, dan mediator, serta usulan perubahan aturan.

Judul                    : 

TEORI PERENCANAAN 

(Praktik Penyusunan Blueprinf dan Roadmap Pengembangan Ekonomi)

Penulis                 : Dr. Margiyono, S.E., M.Si.

Berat                    : 350 gr

Halaman              : xviii+322

Ukuran                 :17 x 23 cm

Katagori Buku      : Lepas

Penerbitan           : Pena Salsabila 


Sinopsis


Buku Teori Perencanaan: Praktik Penyusunan Blueprint & Roadmap Pengembangan Ekonomi ini berangkat dari kegelisahan sederhana, tetapi terus berkembang dalam perjalanan akademik penulis. Kegelisahan tersebut berawal dari keterbatasan literatur yang secara khusus dapat memberikan pijakan teoritis yang cukup kuat dan sekaligus menghubungkannya dengan praktik perencanaan pembangunan ekonomi. Memang telah tersedia berbagai buku yang membahas perencanaan, pembangunan ekonomi, perencanaan wilayah, maupun kebijakan pembangunan. Namun, dalam pengalaman penulis, masih terdapat ruang yang cukup besar untuk menghadirkan sebuah buku yang membangun jembatan secara lebih utuh antara teori perencanaan, keterbatasan sumberdaya, pilihan dan prioritas, serta penerjemahannya ke dalam blueprint dan roadmap pembangunan yang dapat diimplementasikan.



Judul                    : Islam di Negara Multikulturisme Kanada

Penulis                 : M. Noor Harisudin

Berat                    : 350 gr

Halaman              : vi+162

Ukuran                 :14,5 x 21 cm

Katagori Buku      : Lepas

Penerbitan           : Pena Salsabila 


Sinopsis

Alhamdulillah, akhirnya buku “Islam di Negara Multikulturisme Kanada” sudah terbit. Buku ini merupakan refleksi penulis ketika  berkunjung ke Kanada dalam acara Safari Dakwah Ramadan tahun 2026. Sungguh anegerah Allah atas perkenannya membawa kami ke negara paling utara dunia. Saya berkunjung ke Kanada pada 16 Pebruari hingga 3 Maret 2026. Acara Safari Dakwah Ramadlan berlangsung di beberapa kota seperti Montreal, Ottawa, Toronto, Kingston, dan lain sebagainya.  Acara diselenggarakan oleh Womester bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI Kanada, KJRI Toronto, PCI  NU AS-Kanada,,Pengajian Syiar Montreal, dan sebagainya. Sambutan hangat muslim Kanada sangat membuat kami krasan, meski harus menempuh perjalanan 25 jam pesawat. Namun, buku ini juga saya tambahi catatan saya tentang Kanada pasca Ramadlan. Artinya, saya melakukan riset kecil terkait kehidupan muslim Kanada setelah pulang ke Indonesa. Riset awal memang di lakukan selama Ramadlan, namun riset dilanjutkan tentang Islam Kanada pasca Ramadlan.  Sehinggat tema-tema tentang Kurban, itu juga saya masukkan dalam buku ini.


Perkembangan Peserta Didik Dalam Konteks Pendidikan Sekolah

Judul                    : Perkembangan Peserta Didik Dalam Konteks Pendidikan Sekolah

Penulis                 : Lidia Maziyyatun Nikmah, dan S. Ardianta

Berat                    : 350 gr

Halaman              : vii+95

Ukuran                 :14,5 x 21 cm

Katagori Buku      : Lepas

Penerbitan           : Pena Salsabila 





Sinopsis

Buku berjudul “Perkembangan Peserta Didik dalam Konteks Pendidikan Sekolah” ini dapat disusun dan dihadirkan sebagai salah satu referensi akademik dalam bidang pendidikan. Buku ini disusun sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai hakikat perkembangan peserta didik serta implikasinya dalam praktik pendidikan di sekolah. Perkembangan peserta didik merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan. Setiap peserta didik memiliki karakteristik perkembangan yang unik, baik dari aspek fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, moral, maupun kepribadian. Pemahaman yang tepat terhadap tahapan dan karakteristik perkembangan tersebut menjadi landasan penting bagi pendidik dalam merancang pembelajaran, melakukan pendampingan, serta mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Oleh karena itu, pendidikan yang bermutu tidak dapat dilepaskan dari perkembangan peserta didik. pemahaman psikologi Buku ini disusun dengan mengintegrasikan teori teori psikologi perkembangan klasik dan kontemporer, hasil-hasil penelitian pendidikan, serta kebijakan pendidikan nasional, termasuk konteks implementasi kurikulum di sekolah. Pembahasan dalam buku ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teoretis, tetapi juga dilengkapi dengan analisis kontekstual dan implikasi praktis bagi guru, calon guru, dosen, dan praktisi pendidikan. Dengan demikian, diharapkan buku ini dapat menjadi jembatan antara teori perkembangan peserta didik dan praktik pembelajaran di lingkungan sekolah. Penulis menyadari bahwa buku ini masih memiliki keterbatasan dan membutuhkan penyempurnaan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca sangat diharapkan demi perbaikan dan pengembangan buku ini di masa mendatang. Semoga kehadiran buku ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pendidikan serta menjadi referensi yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah. 

PEDAGOG MASA DEPAN: Moral dan Pengetahuan di Era Disrupsi

PEDAGOG MASA DEPAN: Moral dan Pengetahuan di Era Disrupsi



Judul                  :  PEDAGOG MASA DEPAN: Moral dan Pengetahuan di Era Disrupsi

Penulis               :

1. Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd., 

2. Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., 

3. Fathol Qorib, M.E. 

Editor                 :  Abd. Munib

Berat                  : 350 gr

Halaman            : viii+188

Ukuran               : 14,5 x 21 cm

Katagori Buku    : Lepas

ISBN                  : 978-623-6935-54-5

Penerbitan         : Pena Salsabila 


Sinopsis

Pedagog memegang peran yang sangat penting sebagai pembimbing, pendidik, dan teladan bagi generasi muda. Tanggung jawab pedagog tidak hanya terbatas pada pengajaran pengetahuan akademik. Disadari atau tidak, pembentukan karakter dan moral siswa. Buku Peagog Masa Depan: Moral dan Pengetahuan, berusaha menggali lebih dalam tentang dua pilar utama yang harus dimiliki oleh setiap pedagog adalah moralitas dan pengetahuan. Kedua aspek ini tidak hanya penting dalam konteks pembelajaran akademis. Sebab, pada saat yang bersamaan juga berkelindan dalam membentuk sikap dan karakter siswa yang akan menentukan bagaimana dirinya berkontribusi pada masyarakat di masa depan.

Moralitas dan pengetahuan adalah dua aspek yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam pendidikan. Pengetahuan tanpa moralitas dapat menjadi kekuatan yang tidak terarah, sementara moralitas tanpa pengetahuan akan terbatas pada niat yang baik tanpa dasar yang kuat untuk mengambil keputusan yang tepat. Buku ini berupaya menunjukkan bagaimana seorang pedagog, dengan memadukan kedua aspek ini dalam pengajaran, dapat menciptakan pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas secara akademis. Lebih dari itu, kedua aspek tersebut membantu mewujudkan individu yang memiliki integritas, empati, dan tanggung jawab sosial.

Di setiap bab buku ini, pembaca akan dibawa untuk memahami lebih jauh tentang peran moral dalam pendidikan, serta tantangan yang dihadapi oleh pedagog dalam mengintegrasikan moralitas dan pengetahuan dalam pengajaran. Bab pertama membahas pentingnya moralitas dan pengetahuan sebagai dasar utama dalam pendidikan, serta peran sentral pedagog dalam membentuk karakter siswa. Dalam bab ini, kami juga akan menguraikan orientasi buku ini dan tujuan utama yang ingin dicapai, yaitu membangun pemahaman yang lebih holistik tentang profesi pedagog di masa depan.

Di bab kedua, kita akan melihat lebih dalam tentang bagaimana moralitas menjadi aspek yang sangat penting dalam pendidikan, dan bagaimana pedagog bisa menjadi teladan moral yang baik bagi siswa. Pembahasan tentang pendidikan karakter dan etika juga menjadi topik utama dalam bab ini, karena moralitas tidak hanya diajarkan melalui kata-kata justru lebih sering melalui contoh dan tindakan sehari-hari. Bab ketiga mengajak pembaca untuk merenungkan cara-cara untuk memadukan moralitas dan pengetahuan dalam pengajaran. Dalam dunia yang semakin dipenuhi dengan teknologi, bab ini juga membahas tentang etika dalam penggunaan teknologi dan bagaimana pedagog bisa memanfaatkan teknologi untuk mendidik siswa dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai moral. Salah satu hal yang sangat penting adalah bagaimana pedagog dapat mengatasi konflik moral yang muncul dalam dunia pendidikan yang semakin kompleks.

Bab empat fokus pada tantangan yang dihadapi oleh pedagog di masa depan. Krisis moral yang semakin terlihat di kalangan siswa, serta tantangan dalam mendesain kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman, menjadi isu yang perlu perhatian serius. Di sini, kami juga membahas bagaimana desain kurikulum dapat mengatasi tantangan etika yang muncul di lingkungan pendidikan saat ini. Akhirnya, bab lima menyajikan pandangan ke depan tentang masa depan profesi pedagog, dengan fokus pada inovasi dalam pembelajaran moral dan integrasi pendidikan moral dengan teknologi. Pedagog di masa depan diharapkan tidak hanya menjadi pengajar yang menguasai ilmu pengetahuan. Sebab, pedagog menjadi pemimpin moral yang dapat menuntun siswa dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis dan penuh dengan perubahan.

Buku ini hadir untuk memberikan wawasan baru bagi para pendidik, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru memulai kariernya di dunia pendidikan. Kami berharap, melalui pemahaman yang lebih mendalam mengenai moralitas dan pengetahuan, serta bagaimana mengintegrasikannya dalam praktik mengajar, setiap pedagog dapat lebih siap untuk menghadapi tantangan pendidikan di masa depan dan lebih mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas sekaligus berkarakter dan bermoral tinggi. Selamat membaca, semoga buku ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi Anda dalam menjalankan profesi yang mulia ini, dan memberikan wawasan yang bermanfaat dalam membentuk masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. Wallahu a’lamu bil-shawab.




Aksi Lokal Untuk Solidaritas Gaza Dalam Perspektif Hubungan Internasional

Aksi Lokal Untuk Solidaritas Gaza Dalam Perspektif Hubungan Internasional



Judul                             :  Aksi Lokal Untuk Solidaritas Gaza Dalam Perspektif Hubungan Internasional

Penulis                          : Aura Syifa Putri Dinova, Yayuk Anggraini, Enny Fathurrachmi, Rahmah Daniah, & Sonny Sudiar

Berat                             : 350 gr

Halaman                       : x+108

Ukuran                          : 14,5 x 21 cm

Katagori Buku               : Lepas

ISBN                             : dalam Proses

Penerbitan                    : Pena Salsabila 



Sinopsis


Buku ini merupakan hasil dari pemikiran para penulis setelah melihat beberapa peristiwa yang terjadi pada warga gaza, dimana buku ini dibalut dalam nuansa hubungan perspektif internasional. Proses globalisasi memang telah menciptakan dua kondisi sekaligus yang kontradiktif. Kabar baiknya, efek globalisasi mampu meningkatkan kapasitas produksi global yang massif, perdagangan dan investasi global semakin cepat dan bergairah, peningkatan taraf hidup, kesehatan dan pendidikan di berbagai penjuru dunia, dan semakin ekstensifnya hubungan transnasional antara penduduk dunia, perkembangan komunikasi media yang luar biasa. Di lain sisi, globalisasi juga telah menciptakan situasi yang kurang terlalu menguntungkan bagi sebagian pihak, seperti: konflik etnik, ancaman terorisme, kesenjangan ekonomi yang semuanya menjadi ancaman serius bagi keamanan dan perdamaian internasional. Untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ditimbulkan dari proses globalisasi tersebut maka dibutuhkan kerjasama internasional antar negara-bangsa (nation-state) di dunia. Kerja sama Internasional merupakan elemen yang sangat penting dalam pelaksanaan kebijakan dan politik luar negeri bagi setiap negara. Melalui berbagai macam kerjasama internasional tersebut, setiap aktor negara dapat memanfaatkan setiap peluang untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasionalnya. Dalam suatu kerjasama internasional bertemu berbagai macam kepentingan nasional dari berbagai negara-bangsa yang tidak dapat dipenuhi secara domestik. Isu utama dari sebuah kerjasama internasional didasarkan pada sejauhmana keuntungan bersama yang diperoleh melalui kerjasama dapat mendukung konsepsi dari kepentingan tindakan yang unilateral dan kompetitif. Dengan kata lain, kerja sama internasional dapat terbentuk karena kehidupan internasional meliputi berbagai bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, lingkungan hidup, kebudayaan, pertahanan, dan keamanan. Hal tersebut akhirnya memunculkan kepentingan yang beraneka ragam sehingga mengakibatkan berbagai masalah sosial secara domestik. Untuk mencari solusi atas berbagai masalah tersebut maka beberapa negara membentuk suatu kerjasama internasional. Untuk itu penulis menganggap bahwa hal tersebut menarik untuk ditulis dan dijadikan sebuah buku yang mengingatkan kita tentang kepedulian terhadap sesama manusia. 

Reformasi Hukum: Unifikasi Penerapan Sanksi Hukum Keluarga di Malaysia dan Indonesia



Judul                    : Reformasi Hukum: Unifikasi Penerapan Sanksi Hukum Keluarga di Malaysia dan Indonesia

Penulis                 : Prof. Dr. Sri lumatus Sa'adah, M.H.I., Dr. Muhammad Faisol, M.Ag., & Dr. Martha Eri Safira, M.H.

Berat                    : 350 gr

Halaman              : x+400

Ukuran                 : 14,5 x 21 cm

Katagori Buku      : Lepas

ISBN                    : 978-623-6935-53-8

Penerbitan           : Pena Salsabila 



Sinopsis

Buku ini akan menyoroti permasalahan penerapan sanksi dalam hukum keluarga di Malaysia dan Indonesia. Misalnya tentang sanksi perkawinan yang tidak dicatatkan, perkawinan yang melanggar syarat-syarat perkawinan, perzinaan dalam keluarga dan di luar perkawinan, karena memiliki dampak yang signifikan terhadap institusi keluarga. 

Namun ternyata sanksi dalam hukum keluarga di Indonesia tidak menjadi satu bagian dalam UU Perkawinan. Misalnya untuk masalah perzinaan, problem ini merujuk pada hubungan seksual diluar pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang telah menikah. 

Dalam UU Perkawinan dan KHI, tidak ada ketentuan yang secara eksplisit mengatur tentang perzinaan, sehingga penerapan sanksinya diatur dalam berbagai peraturan lain seperti KUHP, UU KDRT, dan UU PNS, serta hukum adat. 

Malaysia juga menerapkan politik hukum dalam pembentukan hukum yang strategis dan efisien. Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan sejarah dan budaya, yang berpengaruh terhadap sistem hukum kedua negara. 

Awalnya, syariat Islam diberlakukan di tanah Melayu, tetapi penjajahan mengubah sistem hukumnya. Konstitusi Malaysia menetapkan Islam sebagai agama resmi, tetapi hukum Islam mengalami modifikasi sesuai dengan sistem hukum yang ada. Untuk itu penulis menganggap bahwa hal tersebut menarik mengingat adanya perbandingan dari 2 negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia dan Indonesia. 





Implikasi Putusan MK tentang Ambang Batas Presiden dalam Pemilu di Indonesia

Judul                  : Implikasi Putusan MK tentang Ambang Batas Presiden dalam Pemilu di Indonesia 

Penulis               : Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA., CWC. & Gatot Iriyanto, S.H., M.H.

Berat                  : 350 gr

Halaman            : x+106

Ukuran               : 14,5 x 21 cm

Katagori Buku    : Lepas

ISBN                  : 978-623-6935-52-1

Penerbitan         : Pena Salsabila 

Cover Buku




Sinopsis


Buku ini merupakan hasil dari pemikiran penulis setelah adanya PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI (MK) NOMOR 62/PUU-XXII/2024 ketentuan presidential threshold dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. UU No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum sebagai payung hukum pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden tidak menjalankan ketentuan norma dalam pasal 6A Ayat (2), justru mengerdilkan bahkan bertentangan dengan ketentuan dalam pasal tersebut. Hal ini dapat dilihat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 222 UU N0. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Presidential threshold yang saat ini diatur melalui UU No. 7 Tahun 2017 dalam Pasal 222 mengatur bahwa pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu sebelumnya yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% dari suara sah secara nasional pada pemilu legislatif sebelumnya. Sejak norma presidential threshold berlaku, persoalan mengenai syarat ambang batas selalu mengemuka tiap kali pilpres diselenggarakan. Di samping itu, presidential thereshold dan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menjadi undang-undang paling sering diajukan dalam permohonan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Pada 2 Januari 2025, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan uji materi terhadap Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang selama ini menjadi dasar penerapan presidential threshold. Ketentuan tersebut mewajibkan partai politik atau gabungannya memiliki minimal 20% kursi DPR atau 25% suara sah nasional untuk dapat mencalonkan pasangan presiden dan wakil presiden. Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold yang diatur dalam Pasal 222 Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Keputusan ini tertuang dalam putusan perkara nomor 62/PUU-XXII/2024, yang dibacakan oleh Ketua MK Suhartoyo di ruang sidang MK. Putusan ini menjadi signifikan karena sebelumnya MK telah menerima 32 permohonan judicial review terhadap pasal yang sama, namun seluruhnya ditolak, tidak dapat diterima, atau ditarik kembali. Keputusan MK kali ini membuka babak baru dalam sistem kepemiluan Indonesia dan menuai beragam respons dari kalangan partai politik maupun masyarakat sipil. Untuk itu penulis menganggap bahwa hal tersebut menarik mengingat putusan tersebut merupakan babak baru dalam sistem pemilu di Indonesia.  

PRABOWO SUBIANTO JENDERAL PENAKLUK SEJARAH PRESIDENSIAL

PRABOWO SUBIANTO JENDERAL PENAKLUK SEJARAH PRESIDENSIAL 

Judul                             : Prabowo Subianto Jenderal Penakluk Sejarah Presidensial   

Penulis                          : Moch. Eksan

Berat                             : 350 gr

Halaman                       : vi+246

Ukuran                          : 14,5 x 21 cm

Katagori Buku               : Lepas

ISBN                             : 978-623-6935-51-4 

Penerbitan                    : Pena Salsabila 






Sinopsis


Kiprah Prabowo mengingatkan kita pada sosok Abraham Lincoln, Presiden ke-16 Amerika Serikat yang tak pernah menyerah setelah berulang kali gagal dalam karir politiknya. Kakak Eksan dengan sangat baik memotret sisi ini. Sisi yang patut dan penting untuk diabadikan bagi koleksi catatan sejarah bangsa ini. Sebab seperti disebut dalam ungkapan, Satu tulisan lebih baik daripada seribu ingatan. Orang bisa saja memandang bahwa sosok seperti Prabowo adalah orang yang ambisius atau tak memiliki sikap legowo. Namun demikian, apa yang disajikan oleh Kakak Penulis yang cukup produktif dari Jember ini menyajikan perspektif lain agar orang bisa melihat Jenderal 08 ini dari sisi sebaliknya: sosok yang berkomitmen, militan, dan punya sikap. Yang menarik dari buku ini adalah, ia tidak menggunakan bahasa yang mendayu-dayu atau mendakik-dakik sembari memuji dan memuja Sang Lakon. Bahasa yang digunakan Kakak Eksan adalah bahasa yang lugas tentang siapa, apa, dan bagaimana sepak terjang Prabowo sejak masa muda, masa berkarir di militer, hingga sebagai seorang politisi. Semua disampaikan oleh orang yang telah menulis berbagai karya ini dengan apa adanya sebagaimana sering kita dapati di berbagai artikel atau tulisan di media. Sebagaimana disampaikan dalam judulnya, buku ini utamanya ingin menyampaikan ketangguhan dari sosok Prabowo Subianto yang telah mampu mengarungi berbagai aral dan kegagalan dalam karir politiknya selama lebih kurang 20 tahun lamanya.

MENELUSURI JEJAK BAHASA DI MAKAM RELIGI (WALIYULLAH) MADURA : PERSPEKTIF LANSKAP LINGUISTIK

MENELUSURI JEJAK BAHASA DI MAKAM RELIGI (WALIYULLAH) MADURA: PERSPEKTIF LANSKAP LINGUISTIK

Judul                    : Menelusuri Jejak Bahasa di Makam Religi (Waliyullah) Madura : Perspektif Lanskap Linguistik.  
Penulis                 :  Hj. Iswah Adriana, S.Ag, M.Pd., Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto, M.Pd. Agik Nur Efendi, M.Pd., & Nora Erika Aulia 
Berat                    : 350 gr
Halaman              : vi+130
Ukuran                 :14,5 x 21 cm
Katagori Buku      : Lepas
Penerbitan           : Pena Salsabila 





Sinopsis


Buku ini tersusun dari hasil penelitian yang bertujuan untuk menganalisis lanskap linguistik di kawasan makam Waliyullah di Madura sebagai bentuk identitas budaya dan kajian akademik dalam bidang bahasa. Lokasi penelitian mencakup beberapa makam religius di Madura, yaitu makam Syaikhona Cholil Bangkalan, makam Ratu Ebbhu di Sampang, makam Batu Ampar di Pamekasan, dan makam Asta Tinggi di Sumenep. Lanskap linguistik (LL) merupakan sebuah disiplin yang relatif masih baru dan merupakan gabungan dari disiplin akademis linguistik terapan, sosiolinguistik, antropologi, sosiologi, psikologi, dan geografi kultural. Istilah lanskap linguistik pertama kali digunakan oleh Landry and Bourhis (1997) yang membatasinya sebagai bahasa untuk tanda jalan umum, nama jalan dan tempat, nama bangunan pemerintah dalam sebuah kelompok daerah, wilayah, atau kota. Kemudian Shohamy and Gorter (2009) memperluas cakupan tentang LL ini ke bahasa dalam lingkungan, kata, dan citra yang dipajang di ruang publik dan menjadi pusat perhatian di suatu wilayah yang pesat pertumbuhannya. Dalam kajian lain, Dagenais, Moore, Sabatier, Lamarre, & Armand (2008) dalam Sahril, Harahap, and Hermanto (2019) juga memperkenalkan gagasan LL dengan kata environmental print, yakni ‘penggunaan bahasa dalam bentuk tertulis di ruang publik’.
Penggunaan bahasa dalam ruang publik di Indonesia sebenarnya telah diatur dalam peraturan perundang-undangan seperti pada UU No. 24 Tahun 2009 dan Perpres No. 63 Tahun 2019. Kedua peraturan tersebut mengatur bagaimana bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus diutamakan dalam segala kepentingan yang bersifat formal dan mengandung unsur kepentingan publik yang diterbitkan oleh lembaga pemerintahan, badan, dan swasta (Wijaya & Savitri, 2021). Namun, pada praktiknya, masih banyak ditemukan identitas nama jalan atau nama bangunan yang tersusun atas bahasa asing atau bahasa daerah  
 
Support : Pena Salsabila | Pustaka Radja | MN Harisuddin
Copyright © 2021. Pena Salsabila - All Rights Reserved
Template Created by Surya Milenia Published by Admin
Admin by AMS-DMX