PEDAGOG MASA DEPAN: Moral dan Pengetahuan di Era Disrupsi
Judul : PEDAGOG MASA DEPAN: Moral dan Pengetahuan di Era Disrupsi
Penulis :
1. Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd.,
2. Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd.,
3. Fathol Qorib, M.E.
Editor : Abd. Munib
Berat : 350 gr
Halaman : viii+188
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Katagori Buku : Lepas
ISBN : 978-623-6935-54-5
Penerbitan : Pena Salsabila
Sinopsis
Pedagog memegang peran yang sangat penting sebagai
pembimbing, pendidik, dan teladan bagi generasi muda. Tanggung jawab pedagog
tidak hanya terbatas pada pengajaran pengetahuan akademik. Disadari atau tidak,
pembentukan karakter dan moral siswa. Buku Peagog Masa Depan: Moral dan
Pengetahuan, berusaha menggali lebih dalam tentang dua pilar utama yang
harus dimiliki oleh setiap pedagog adalah moralitas dan pengetahuan. Kedua
aspek ini tidak hanya penting dalam konteks pembelajaran akademis. Sebab, pada
saat yang bersamaan juga berkelindan dalam membentuk sikap dan karakter siswa
yang akan menentukan bagaimana dirinya berkontribusi pada masyarakat di masa
depan.
Moralitas dan pengetahuan adalah dua aspek yang saling
berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam pendidikan. Pengetahuan tanpa
moralitas dapat menjadi kekuatan yang tidak terarah, sementara moralitas tanpa
pengetahuan akan terbatas pada niat yang baik tanpa dasar yang kuat untuk
mengambil keputusan yang tepat. Buku ini berupaya menunjukkan bagaimana seorang
pedagog, dengan memadukan kedua aspek ini dalam pengajaran, dapat menciptakan
pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas secara akademis.
Lebih dari itu, kedua aspek tersebut membantu mewujudkan individu yang memiliki
integritas, empati, dan tanggung jawab sosial.
Di setiap bab buku ini, pembaca akan dibawa untuk
memahami lebih jauh tentang peran moral dalam pendidikan, serta tantangan yang
dihadapi oleh pedagog dalam mengintegrasikan moralitas dan pengetahuan dalam
pengajaran. Bab pertama membahas pentingnya moralitas dan pengetahuan sebagai
dasar utama dalam pendidikan, serta peran sentral pedagog dalam membentuk
karakter siswa. Dalam bab ini, kami juga akan menguraikan orientasi buku ini
dan tujuan utama yang ingin dicapai, yaitu membangun pemahaman yang lebih
holistik tentang profesi pedagog di masa depan.
Di bab kedua, kita akan melihat lebih dalam tentang
bagaimana moralitas menjadi aspek yang sangat penting dalam pendidikan, dan
bagaimana pedagog bisa menjadi teladan moral yang baik bagi siswa. Pembahasan
tentang pendidikan karakter dan etika juga menjadi topik utama dalam bab ini,
karena moralitas tidak hanya diajarkan melalui kata-kata justru lebih sering
melalui contoh dan tindakan sehari-hari. Bab ketiga mengajak pembaca untuk
merenungkan cara-cara untuk memadukan moralitas dan pengetahuan dalam
pengajaran. Dalam dunia yang semakin dipenuhi dengan teknologi, bab ini juga
membahas tentang etika dalam penggunaan teknologi dan bagaimana pedagog bisa
memanfaatkan teknologi untuk mendidik siswa dengan cara yang sesuai dengan
nilai-nilai moral. Salah satu hal yang sangat penting adalah bagaimana pedagog
dapat mengatasi konflik moral yang muncul dalam dunia pendidikan yang semakin
kompleks.
Bab empat fokus pada tantangan yang dihadapi oleh pedagog
di masa depan. Krisis moral yang semakin terlihat di kalangan siswa, serta
tantangan dalam mendesain kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman,
menjadi isu yang perlu perhatian serius. Di sini, kami juga membahas bagaimana
desain kurikulum dapat mengatasi tantangan etika yang muncul di lingkungan
pendidikan saat ini. Akhirnya, bab lima menyajikan pandangan ke depan tentang
masa depan profesi pedagog, dengan fokus pada inovasi dalam pembelajaran moral
dan integrasi pendidikan moral dengan teknologi. Pedagog di masa depan
diharapkan tidak hanya menjadi pengajar yang menguasai ilmu pengetahuan. Sebab,
pedagog menjadi pemimpin moral yang dapat menuntun siswa dalam menghadapi
tantangan dunia yang semakin dinamis dan penuh dengan perubahan.
Buku ini hadir untuk memberikan wawasan baru bagi para
pendidik, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru memulai kariernya di
dunia pendidikan. Kami berharap, melalui pemahaman yang lebih mendalam mengenai
moralitas dan pengetahuan, serta bagaimana mengintegrasikannya dalam praktik
mengajar, setiap pedagog dapat lebih siap untuk menghadapi tantangan pendidikan
di masa depan dan lebih mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas sekaligus
berkarakter dan bermoral tinggi. Selamat membaca, semoga buku ini dapat menjadi
sumber inspirasi bagi Anda dalam menjalankan profesi yang mulia ini, dan
memberikan wawasan yang bermanfaat dalam membentuk masa depan yang lebih baik
melalui pendidikan. Wallahu a’lamu bil-shawab.









